WASPADA !! JANGAN REMEHKAN BENJOLAN YANG ADA DIBELAKANG TELINGA ANAK DAN DI LEHER BAGIAN BAWAH















Hai bunda,
Buah hati kita adalah anugerah Tuhan yang sangat berarti buat kita, kita akan selalu merawatnya dari dalam kandungan, melahirkan hingga ia beranjak besar, setiap perkembangannya adalah hal hal yang begitu berharga dan sangat sayang untuk dilewatkan.
Kesehatan anak hal yang paling penting dalam masa-masa perkembangan anak .  Apalagi para bunda yang sangat panik apabila mendapati anak yang sedang sakit.
Kali ini  saya hanya ingin memberikan pengalaman hidup saya yang bagi saya ini sangat perlu bunda ketahui.
Saat anak terkena flu, ada beberapa orang tua yang mnyepelekan hal itu, karna dari beberapa pandangan orang tua flu adalah hal biasa dan lumrah terjadi dan bukan hal yang membahayakan, padalah bunda, dari flu itulah tubuh memberikan alrm bahwa sistem kekebalan tubuh pada anak sedang terganggu. dan pada saat itu maka virus atau bekteri dapat dengan mudah menyerang tubuh.
Saat flu terjadi, tidak jarang anak juga mengalami demama, yang berarti pertahanan tubuh sedang bekerja, dalam hal ini kelenjar getah bening yang ada dalam tubuh juga bekerja sangat keras untuk melawan bakteri atau virus yang masuk kedalam tubuh.

Kelenjar getah bening adalah struktur jaringan kecil yang bentuknya menyerupai kacang merah. Kelenjar getah bening dapat berukuran sekecil kepala peniti atau sebesar buah zaitun.
Ada ratusan kelenjar getah bening pada tubuh dan kelenjar ini bisa ditemukan sendiri atau dalam kumpulan. Kumpulan kelenjar getah bening banyak terdapat pada leher, paha bagian dalam, ketiak, di sekitar usus, dan di antara paru-paru.
Kelenjar getah bening memiliki sel-sel darah putih yang merupakan sel imun yang membantu tubuh melawan infeksi.
Fungsi utama dari kelenjar getah bening adalah menyaring cairan getah bening (yang terdiri dari cairan dan zat sisa dari jaringan tubuh) dari organ terdekat atau area pada tubuh. Bersamaan dengan pembuluh limpa, kelenjar getah bening membangun sistem imun.

tapi bagaiman apabila sistem pertahanan dari kelenjar getah bening ini terganggu ?

ketika anak saya berumur 1,5 tahun saya selalu memperhatikan berat badannya yang tidak pernah naik, hanya kisaran 8,5 - 9 kg saja, dan dalam 1 bulan dia sering mengalami demam, tapi tidak disertai flu. hanya badannya saja yang sering demam. dan dia mengeluh sakit pada kepala. walau bia belum lancar untuk berbicara, tetapi kita sebagi bunda dapat mengerti dengan isyarat yang ia tunjukkan.
dan selama itu juga saya selalu bangkrut gara gara pampers dia yang terbuang begitu saja, karna dia bisa BAB 6 kali dalam sehari, dalam dalam benakku mungkin anak ini terlalu aktif, sehingga berat badan dia juga tidak naik naik bahkan menurun dan dia keseringan BAB apalagi setelah makan atau minum susu. Tapi akhirnya kekhawatiranku semkain mejadi, ketika tak sengaja aku meraba disekitar belakang telinga seperti ada benjolan kira-kira sebesar kacang kedelai, dan di bagian kepala belakang bagian bawah juga teraba benjolan sebesar ibu jariku, akhirnya aku menanyakan hal ini kepada mertuaku, yang menurutku beliau lebih faham akan hal ini.
dan benar saja, kata mertuaku itu hal biasa, itu namanya biji "sawan" dalam bahasa banjar. Itu akan membesar kalau badannya panas.
Tetapi ketakutanku akhirnya membuatku memberanikan diri untuk membawa anakku kedokter spesialis anak. Kuceritakan semua hal yang terjadi pada diri anakku. Dan akhirnya dokter tersebut meraba area belakang telinga anakku dan meraba bagian leher bawah, dan benar saja dokter tersebut menyarankan untuk bopsi dan dilakukan pemeriksaan X-Ray Thorax, karena sesuai dengan ciri ciri TB Kelenjar betah bening,
Ketika dokter tersebut mengatakan anakku indikasi TB KGB tentu saja air mataku mengalir begitu deras.
Besoknya aku membawa anak ku ke Rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan biopsi kepada dokter Patologi, dan dokter tersebut meraba letak benjolan yang dicurigai pembesaran kelenjar getah bening tersebut, akhirnya diputuskan untuk mengambil cairan benjolan yang berada di area belakang telinga walau ukurannya lebih kecil dibanding di leher bawah. karena dileher dekat dengan pembuluh darah sehingga memiliki resiko yang lebih tinggi. Setengah jam dilakukakn pemeriksaan akhirnya  kami disuruh menunggu hasilnya selama beberapa hari.
Sesuai dengan jadwal pengambilan hasil biopsi  tersebut akupun mengambil hasilnya dan membukanya ditempat itu juga karena sekalian meminta penjelasan dari dokter patologi tersebut, benar saja, bak disambar petir disiang bolong, anakku positif terkena TB kelenjar Getah bening, yang aku tidak mengetahui dari mana asalnya, dan bodohnya aku mengapa aku baru menyadarinya. Mungkin itulah karena ketidak tahuan dan menganggap hal benjolan dibelakang teliga anak itu adalah hal wajar, tetapi kenyataan yang membuat aku tidak dapat berkata apa-apa lagi. Kemudaian pemeriksaan dilanjutkan dengan X-Ray Thorax, dan kali ini hasilnya dapat ditunggu sekitar 15 menit. Dan alhasil membuat aku hampir pingsan. Ternyata anakku yang baru berumur 1,5 tahun ini juga menderita TB PARU.
Sorenya aku pergi menemui dokter anak yang memberi rujukan tersebut, dan dari penjelasan sang dokter, inilah mengapa anakku sering mengalami demam dan BABnya juga sering serta ada benjolan dibeberapa area. Jadi dokter tersebut menjelaskan bahwa jangan meremehkan adanya benjolan disekitar belakang kepala bawah sampai belakang telinga dan area leher, karena itu mungkin indikasi terkena TB Kelenjar Getah Bening, dan parahnya lagi anakku juga terkena TB Paru.
Akhirnya anakku harus program TB selama 12 bulan, air mataku pecah

Tetapi yang menjadi pertanyaan besarku, dari mana ia terpapar dengan bakteri TB ?
sedangkan kami dirumah tidak ada yang memiliki riwayat TB, apakah mungkin penularan dari orang sekitar, tetangga atau malah dari orang yang sesekali saja bertemu.
ternyata, saat dokter anak itu menjelaskan, bahwa penyebaran TB keanak itu sangat mudah, apalagi disaat kondisi anak yang kurang fit, saat flu atau demam.
Penularan TBC paling umum terjadi melalui udara. Ketika seseorang yang telah mengidap penyakit TBC batuk, bersin, atau berbicara dengan memercikkan ludah, bakteri TB akan ikut melalui ludah tersebut untuk terbang ke udara. Selanjutnya, bakteri akan masuk ke tubuh orang lain melalui udara yang dihirup.Namun dokter tersebut menjelaskan, bahwa bakteri TB tidak menular dari anak, melaikan dari orang dewasa.


Jadi bunda, dari pengalaman saya ini, sangat diharapkan untuk bunda selalu menjaga kebersihan lingkungan anak dan jangan sesekali meremehkan flu atau demam ringan, karena bisa saja saat tubuh anak yang sedang drop dia terserang bakteri atau virus. Dan saya tekankan sekali lagi, untuk tidak meremehkan benjolan yang ada di area belakang telinga dan leher anak, bisa saja itu adalah indikasi TB Kelenjar Getah Bening dan dapat parah apabila tidak ditangani dengan segera. karena dari terrgangguanya sistem kelenjar getah bening dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang lebih membahayakan, seprti terganggunya pertumbuhan anak sampai dengan kanker kelanjar getah bening.

Apabila bunda mengalami pengalaman yang sama dengan saya, jangan sungkan bertanya ke orang yang lebih tau atau bawa secepatnya ke dokter atau pelayanan kesehatan lainnya. Kerena mungkin itu biasa buat orang lain, tapi hal yang luar biasa ini jangan sampai membunuh harapan kita, terimakasih  dan Semoga bermanfaat.



Komentar